Tasikmalaya dan bambunya – Tasik I

Tasikmalaya dan bambunya – Tasik I

Catatan ini seharusnya saya buat 2 tahun yang lalu karena ya males hehe.. jadi baru di buat kali ini. Kunjungan Kerja untuk survai dan tinjauan kerajinan bambu yang waktu itu sedang ada proyek furnitur dengan material bambu saya dan si bos berangkat kesana dan ini lah ceritanya.

Ya Sabtu Pagi kami berangkat dari mangarai untuk mengejar kereta ke bandung. Singkat cerita kami sampai di tempat pengrajin bambu aku lupa namanya mungkin mang egi. ya disana kami datang dan tidak ada kegiatan ternyata mang egi habis kecelakaan motor jadi tidak ada progres proyek kami. sayangnya proyek ini sudah berjalan berbulan-bulan dan progresnya belum terlihat. padahal bulan esok si bos akan berangkat ke jepang pameran produk ini.

Kesesokan harinya mang Egi berjanji mengumpulkan para pengrajin untuk melanjutkan proyeknya. Serta mempersilahkan memberi masukan serta kritikan kepada proyek kami yang masih belum ada 30% progres ini.

Keesokan Harinya……

Aku akan menceritakan sedikit proses kerajinan pengolahan dari bambu ini.

Siapkan Bambunya dong, Awi kalau orang tasik bilang..

Bambu dari Tasikmalaya ini sangat istimewa besar sekali. Bukan sekedar besar tapi tebal serta lurus sangat istimewa. Biasanya ada bubuk bambu kan di umumnya bambu taip sangat minim sekali di jenis bambu ini. Jika dilihat-lihat sepertinya bambu tali.

Potong bambu sekitar 40-50cm serut atau haluskan dengan nantinya menjadi agak tipis supaya bisa dilengkungkan tetapi sesuaikan dengan produk apa yang akan dibuat tentunya. Kelihaian tangan pengkarya ini memang mengagumkan tetapi Habits nya untuk berkarya dengan hati kurang disadari karena masih sesuka hati dan moody 😀. Perasaan, Emosi, Suasana Hati sangat berpengaruh dengan produktifitas ini sangat tidak efisien. Bagaimana negara ini akan melesat, meluncur dalam kesuksesan.

“oh Sudah jam 10 ayo ngopi dulu”

Potret yang anda lihat saat ini adalah foto para pengrajin dengan teliti memilih, merangkai hingga menciptakan sebuah produk yang #luarbiasa.

Saya sangat mengagumi kualitas produk mereka hanya sedikit kritik dari sisi efisiensi maklum lah kita ingin secepat mungkin tetapi mungkin mereka ingin selama mungkin 🙂

Saya berasal dari solo ya,… yang sekarang sedang tinggel di Jakarta dulu di solo saya tentunya sangat familiar dengan produk kerajinan dari bambu tetapi ragamnya hanya itu-itu saja, mengalami kejenuhan. Saya melihat hal yang menajubkan di Tasikmalaya ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!